CENGKEH AFO
Sejarah Cengkeh Afo:
Bagaikan emas dan permata, harum dan kehangatan cengkih menjadi harta karun berharga di abad ke-15 hingga menjadi rebutan bangsa-bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda. Sejarah mencatat kedatangan bangsa Portugis di wilayah Maluku Utara, tepatnya ke Ternate, pada 1512. Tujuannya mencari dan menemukan pulau rempah-rempah.
Maluku Utara termasuk Ternate masih menjadi daerah penghasil rempah-rempah, terutama cengkeh. Pada masa perusahaan dagang Belanda, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), berkuasa di pulau ini di abad ke-17 hingga ke-19, pohon-pohon cengkih pernah dimusnahkan melalui kebijakan extirpatie. Dengan kebijakan ini seluruh pohon cengkih dan pala ditebang.
Terletak di Desa Tongale, pohon Cengkih Afo berusia sekitar 200 tahun masih berdiri dengan kokohnya. Ini merupakan pohon cengkeh tertua yang ada di tanah Maluku Utara, atau mungkin di dunia. “Afo” memiliki arti “tua” dalam bahasa setempat. Ada pula versi lain yang mengatakan bahwa kata “afo” berasal dari nama keluarga Alfalat, yang berhasil menyelamatkan sebuah pohon cengkih saat Belanda menghanguskan semua tanaman cengkih untuk mengambil alih monopoli perdagangan cengkih di Ternate. Sebenarnya, ada tiga pohon Cengkih Afo, yang berusia 500 tahun (Cengkih Afo 1), 250 tahun (Cengkih Afo 2), dan 200 tahun (Cengkih Afo 3). Sayangnya Cengkih Afo 1 sudah tumbang di tahun 2001 silam, dan Cengkih Afo 2 tumbang di 2019. Kini hanya tersisa Cengkih Afo 3 yang masih berdiri kokoh dan memproduksi bunga cengkeh setiap tahunnya, meskipun tidak banyak.
“Cengkeh terbanyak di dunia, di Zanzibar juga (bibitnya) berasal dari Cengkih Afo ini. Cengkeh Afo itu disebarkan di seluruh Maluku Utara, bahkan di Banda, di Maluku itu semua berasal dari Cengkih Afo ini. Bahkan di seluruh Indonesia,” cerita Jauhar Mahmud, Ketua Komunitas Cengkih Afo and Gamalama Spices sambil menunjuk ke pohon Cengkih Afo yang masih berdiri kokoh.
Saat ini kawasan di sekitar Cengkih Afo dikelola oleh warga desa di bawah naungan Komunitas Cengkih Afo and Gamalama Spices. Wilayah ini dibangun menjadi wilayah ekowisata sejarah berbasis masyarakat dengan mengusung konsep yang ramah lingkungan.
Cengkih Afo merupakan cengkih tertua di dunia. Sekitar 6 kilometer dari pusat Kota Ternate, terdapat pohon cengkih tertua di dunia yaitu Cengkih Afo yang usianya mencapai ratusan tahun. Dilansir dari vsi.esdm.go.id, batang pohon cengkih afo berdiameter lebih dari 10 m atau seukuran empat pelukan orang dewasa. Pohon tersebut berada pada ketinggian 800 m, sekitar 2 km dari Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama di Kelurahan Marikrubu ke arah barat laut. Tepatnya terletak di kawasan Desa Air Tege-tege Kelurahan Marikurubu, Kecamatan Ternate Tengah, Propinsi Maluku Utara, tepatnya di lereng Gunung Gamalama.
Kata “afo” memiliki arti “tua” dalam bahasa setempat. Ada pula versi lain yang mengatakan bahwa kata “afo” berasal dari nama keluarga Alfalat, yang berhasil menyelamatkan sebuah pohon cengkih saat Belanda menghanguskan semua tanaman cengkih untuk mengambil alih monopoli perdagangan cengkih di Ternate. Selain cengkih, tersebar pula pohon pala yang awalnya berasal dari Kepulauan Banda.
Hingga saat ini, pohon cengkih afo hanya tersisa dua pohon yang masih berdiri tegak dengan umur sekitar 200 tahun. Pohon cengkih afo generasi pertama yang berusia lebih dari 400 tahun sudah punah dan yang tersisa adalah puing-puingnya. Pohon cengkih afo ini memiliki tinggi 36,60 m, garis tengah 198 m, dan lingkaran 4,26 m.
Keberadaan pohon cengkih tertua yang disebut Cengkih Afo itu diyakini bisa menarik perhatian pengunjung. Untuk memaksimalkan peluang itu, sebanyak 44 kepala keluarga dan pemuda Desa Tongole yang menetap di Kompleks Aer Tege-tege, Kelurahan Marikrubu, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, mereka membentuk Cengkih Afo dan Gamalama Spices Community. Sebelum komunitas itu terbentuk, adalah seorang pria berusia 43 tahun asal Maluku Utara bernama Kris Syamsudin yang menyiapkan ide awal. Ia turut pula membantu melestarikan pohon Cengkih Afo agar bisa menjadi tujuan wisata yang layak dikunjungi.
Komentar
Posting Komentar