CENGKEH AFO
Sejarah Cengkeh Afo: Bagaikan emas dan permata, harum dan kehangatan cengkih menjadi harta karun berharga di abad ke-15 hingga menjadi rebutan bangsa-bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda. Sejarah mencatat kedatangan bangsa Portugis di wilayah Maluku Utara, tepatnya ke Ternate, pada 1512. Tujuannya mencari dan menemukan pulau rempah-rempah. Maluku Utara termasuk Ternate masih menjadi daerah penghasil rempah-rempah, terutama cengkeh. Pada masa perusahaan dagang Belanda, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), berkuasa di pulau ini di abad ke-17 hingga ke-19, pohon-pohon cengkih pernah dimusnahkan melalui kebijakan extirpatie. Dengan kebijakan ini seluruh pohon cengkih dan pala ditebang. Terletak di Desa Tongale, pohon Cengkih Afo berusia sekitar 200 tahun masih berdiri dengan kokohnya. Ini merupakan pohon cengkeh tertua yang ada di tanah Maluku Utara, atau mungkin di dunia. “Afo” memiliki arti “tua” dalam bahasa setempat. Ada pula versi lain yang mengatakan...